Tim Formula 1 Dibatasi Hanya Dengan Rp2,1 Triliun

 

Tim- tim Resep 1 ditentukan tidak dapat lagi jor- joran dalam menata perhitungan operasional pacuan buat masa depan.

Kemarin( 28 atau 5) Aliansi Balap Mobil Bumi( FIA) meluluskan pemisahan perhitungan terkini nama lain budget tanda yang legal buat 5 tahun ke depan. Spesial masa 2021, budget tanda diputuskan USD 145 juta( Rp 2, 1 triliun).

Tidak hanya tahun depan, FIA sudah memastikan batasan pembiayaan buat masa 2022 sampai 2025. Jumlah batasan perhitungan yang timbul disetujui lalu menurun buat kurangi kesenjangan keahlian keuangan regu supaya pertandingan lebih kencang.

Tidak hanya itu, buat waktu pendek, kebijaksanaan itu dicoba bagaikan wujud pengamanan bidang usaha F1 yang lagi diterpa endemi Covid- 19.

Buat masa 2022, batasan maksimum pembiayaan regu disetujui pada nilai USD 140 juta( Rp 2 triliun). Sebaliknya masa 2023 sampai 2025 merupakan USD 135 juta( Rp 1, 9 triliun).

Ini merupakan suatu tahap besar buat perkembangan F1 serta bidang usaha berolahraga ini. Dapat kasih pada seluruh pihak yang sudah mensupport ketetapan ini,’’ catat Kepala negara FIA Jean Todt dikutip Outlookindia.

Dalam statment resminya, FIA mengatakan, pergantian ketentuan pembiayaan tim- tim F1 buat masa depan amat diperlukan supaya bidang usaha F1 senantiasa segar di tengah endemi Covid- 19. Tidak hanya mengganti ketentuan perhitungan, FIA mengganti sebagian ketentuan teknis. Salah satu yang terutama merupakan identifikasi sistem handicap buat pengembangan aerodinamika.

Ketentuan itu mulai diaplikasikan masa depan. Pada ketentuan terkini itu, terus menjadi kecil sesuatu regu finis pada klasemen konstruktor, mereka hendak terus menjadi mempunyai durasi lebih banyak buat memakai gang angin( wind tunnel) dalam pengembangan aerodinamika mobil.

Pemakaian peranti juru ukur halangan angin itu bermanfaat buat pengembangan mobil yang hendak digunakan pada masa selanjutnya.

Keputusan- keputusan terkini yang didapat F1 serta FIA itu disambut positif oleh tim- tim F1. Salah satu yang mengatakan kegembiraannya merupakan Chief Executive McLaren Zak Brown.’’ Ini merupakan kemenangan buat seluruh,’’ ucapnya.

Ia meningkatkan, ketetapan itu amat pas sebab didapat pada momen- momen genting buat keberlanjutan bidang usaha berolahraga itu. Dini minggu ini, media- media lokal Inggris telah memberi tahu kalau McLaren bersiap melaksanakan pemangkasan karyawan pada bagian balap mereka sampai 70 orang.

Berita lain timbul dari pihak eksekutor GP Belanda. Event balap F1 di Sirkuit Zandvoort ditentukan tertunda buat tahun ini. GP Belanda juga terdaftar jadi event keempat yang tertunda tahun ini. Tadinya, telah terdapat GP Australia, Monako, serta Prancis yang tertunda.

’’ Kita memohon seluruh fans buat menahan. Kita telah sukses menanti pacuan F1 kembali ke sirkuit ini sepanjang 35 tahun. Jadi, saya rasa menanti sepanjang satu tahun lagi bukan permasalahan besar,’’ cakap Jan Lammers, ketua berolahraga GP Belanda, pada Motorsportweek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *