Neymar Guru Bisa Jadi Membawa Hal Buruk Bagi Karier Mbappe

Neymar Guru Bisa Jadi Membawa Hal Buruk Bagi Karier Mbappe Kedekatan dengan Neymar di PSG bisa jadi membawa dampak buruk untuk perkembangan Kylian Mbappe. Menurut Emmanuel Petit, Mbappe bisa terperosok dalam masalah jika benar-benar meniru Neymar sepenuhnya.

Mbappe berkembang pesat sejak muncul di dunia sepak bola sebagai pemain muda AS Monaco tahun 2016 lalu. Mbappe membantu Monaco menjuarai Ligue 1, juga berperan penting pada laju mereka sampai ke semifinal Liga Champions.

Setelahnya Mbappe memutuskan hengkang ke PSG pada musim Daftar IDN Poker panas 2017 untuk mengembangkan kariernya. Sejauh ini dia sudah meraih 5 trofi mayor bersama PSG, juga sudah mengangkat trofi Piala Dunia bersama Timnas Prancis saat masih berusia 20 tahun.

Intinya, Mbappe sedang dibentuk jadi pemain terbaik di dunia berikutnya, jadi penerus Messi-Ronaldo. Sayangnya, Neymar bisa jadi memberikan contoh yang buruk untuk Mbappe.

Petit merupakan salah satu pengamat sepak bola yang memperhatikan perkembangan karier Mbappe. Mantan pemain Arsenal ini meyakini Mbappe yang sekarang sudah jauh lebih matang, sudah lebih dewasa di lapangan.

Mbappe juga terbukti bisa mengatasi tekanan tinggi terkait status dan nilai transfernya yang cukup besar. Dia masih belia, tapi sudah mencapai banyak hal.

“Mbappe sudah berkembang dengan baik dalam tiga tahun. Dia tiba di dunia sepak bola dengan potensi luar biasa, sebagai berlian yang belum dipoles,” ujar Petit kepada RMC Sport.

“Dia harus memenuhi ekspektasi terhadap biaya transfer yang begitu tinggi dalam klub yang dipenuhi pemain bintang. Dia harus memikul beban di dalam dan di luar lapangan. Statistik membuktikan dia sudah berkembang.”

Petit puas melihat perkembangan signifikan Mbappe. Namun, dia melihat sedikit warna permainan Neymar pada gaya bermain Mbappe di lapangan sekarang. Mbappe jadi lebih egois, kerap kesal ketika rekan-rekannya tidak bisa mengimbangi.

“Terlepas dari segala perkembangannya itu, dia mulai sering membuat saya terganggu. Dia terlalu sering memaksakan banyak hal, dia memaksakan gerakan di lapangan dan membuat keputusan keliru. Dia bahkan membuat rekan-rekannya terganggu,” lanjut Petit.

“Kita lupa bahwa dia masih muda. Dia sudah terbukti bisa melakukan banyak hal hebat, tapi kita selalu menuntut lebih. Yang dia lakukan sejauh ini luar biasa, masa depannya cerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *