Flashback Persib Juara ISL 2014: Firman Utina Melawan Trauma Kegagalan di Piala AFF 2010

mencapai bintang keduanya di panggung Aliansi Indonesia kala mencapai beker pemenang Aliansi Luar biasa Indonesia 2014.

Pada peperangan akhir yang berjalan di Stadion Gairah Sriwijaya Palembang, 17 November 2014, Maung Bandung menaklukkan Persipura Jayapura melalui adu denda dengan angka 5- 3. Tadinya, kedua regu main timbal 2- 2 hingga 2 sesi bonus durasi selesai.

Dalam channel YouTube Radio PRFM 107, 5, mantan gelandang Persib, Sabda Utina, memberi narasi di balik berhasil klubnya itu.

Bagi Sabda, dengan cara teknis, perencanaan sepanjang sepekan yang dicoba Persib saat sebelum peperangan akhir telah bagus. Kebersamaan regu yang dibentuk oleh instruktur Djajang Nurjaman pula keras.

” Coach Djajang Nurjaman bukan cuma ahli membuat strategi. Beliau pula pantas diucap motivator ahli,” melamun Sabda.

Sabda merujuk modul pemeran Persipura yang terhitung bagus. Kebalikannya, Persib tidak dapat memainkan striker Djibril Coulibaly yang tengah dirundung luka. Sabda mengambil perkataan Djajang yang senantiasa dipentingkan pada semua pemeran.

” Pemeran bintang tidak otomatis mencapai beker pemenang. Dimata coach Djajang, pemeran yang senantiasa bertugas keras seperti itu yang sangat berkesempatan mencapai berhasil,” kata Sabda.

Absennya Coulibaly juga tidak lagi jadi permasalahan. Seluruh pemeran dikala itu merasa bagaikan mengaktifkan yang hendak bermanfaat bikin Persib, di antara lain Ferdinand Sinaga serta Tantan, yang direncanakan bagaikan pengganti Coulibaly.

” Intinya, kita tidak bermasalah dalam teknis serta kebersamaan regu.

” Permasalahan setelah itu mencuat, sebab pemeran luang menyerang ketegangan sehabis bawa bermacam pemberitaan di alat massa. Dimana khalayak sepak bola Bandung telah diterpa euforia pemenang, sementara itu peperangan akhir belum diselenggarakan.”

Dari bagian warga dasar hingga pejabat wilayah mengutarakan keyakinannya kalau Persib akan pemenang,” tutur Sabda.

Terdapat pula informasi sekeliling bobotoh yang menunda kegiatan pernikahannya supaya dapat melihat langsung di Palembang.

” Terdapat pula yang kehabisan profesi sebab kantornya tidak berikan permisi ia ke Palembang. Dengan cara kemanusiaan, ini yang membuat pemeran merasa terbebani.”

Guncangan Piala AFF 2010

Malaysia Vs Timnas Indonesia, Piala AFF 2010

Penyerbu Malaysia, Safee Sali, berupaya melampaui kapten Timnas Indonesia, Sabda Utina, pada akhir leg awal Piala AFF 2010.

Sabda sempat hadapi euforia yang serupa ialah kala membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2010. Kala itu, semua bagian sepakbola percaya Indonesia akan mencapai beker pemenang buat kali kesatu.

Terlebih, Malaysia yang jadi rival di partai pucuk telah sempat dikalahkan di eliminasi tim dengan angka jitu 5- 1. Tetapi, kenyataannya, Indonesia kesimpulannya kandas mencapai angan- angan sehabis takluk dengan berhasil hasil akumulasi 2- 4.

Tidak mau guncangan itu terulang, Sabda lalu menegaskan teman- temannya mengenai kekalahan timnas itu.

” Aku bilang ke sahabat, kita belum pemenang, senantiasa fokus dengan bimbingan keras serta menjajaki intruksi instruktur. Mari kita bersama mengecap asal usul bikin Persib.”

Sokongan Maksimal

Persib Bandung Tuntaskan Pengharapan Titel Pemenang ISL

Sabda Utina( bersandar) berlagak di podium pemenang Indonesia Luar biasa League 2014 di Stadion Gairah Sriwijaya, Palembang,( 7 atau 11 atau 2014).

Bagi Sabda, asian menghadap peperangan akhir, pemberitaan alat juga lebih ke memotivasi antusias juang pemeran. Tercantum para pejabat wilayah yang menghormati peperangan regu di alun- alun.

” Dengan cara individu, aku pula tekankan ke diri sendiri supaya lalu berjuang bikin Persib serta keluarga. Jika berhasil, titel itu dipersembahkan bikin warga Jawa Barat,” kata Sabda.

Pada peluang itu, Sabda berterus terang mulai percaya Persib akan pemenang sehabis kiper Made Gagah berani memblok depakan Nelson Alom yang berperan bagaikan penendang keempat Persipura. Persib juga menang 4- 3.

” Aku memandang tahap Ahmad Jufriyanto mengarah ke bola terkesan enteng serta tanpa bobot. Serta teruji ia sukses bagaikan pelaksana buat bawa Persib mencapai beker pemenang,” pungkas Sabda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *