Barcelona Dikabarkan Alami Krisis Finansial

Barcelona Dikabarkan Alami Krisis Finansial –  Barcelona dikabarkan surat kabar Spanyol, La Vanguardia, sedang mengalami krisis finansial akibat pendemi virus Corona. Untuk mengatasi krisis tersebut, direksi Barca meminta pemberian dari para pemain.

Saat ini, La Liga Spanyol dan Liga Champions mengalami penundaan hingga akhir Maret mendatang. Keputusan selanjutnya terpaksa disita untuk menekan penyebaran virus Corona yang makin lama masif di Eropa dan dunia.

Dengan ditundanya dua kompetisi tersebut, Barcelona Pasang Bola Online kehilangan pemasukan hingga puluhan juta euro. Sebab biasanya, Los Cules beroleh suntikan dana dari penjualan tiket di stadion, hak siar, jual membeli jersey dan cendera mata di stadion, serta acara VIP di Camp Nou.

Situasi selanjutnya membawa dampak dewan direksi Barcelona menggelar pertemuan lewat teleconference pada Jumat (20/3/2020). Pertemuan selanjutnya untuk membicarakan kondisi finansial Los Cules di sedang pendemi virus Corona.

Menurut laporan La Vanguardia, berdasarkan hasil dari pertemuan tersebut, Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu, meminta kepada pemain supaya senang memangkas gajinya. Blaugrana memerlukan dana untuk mencukupi anggaran klub yang telah disepakati, yaitu 1,047 miliar euro (Rp 17,87 triliun) per tahun.

Barcelona merupakan satu di pada klub Eropa yang menggunakan banyak duwit untuk membayar gaji pemain. Seperti dilansir AS, gaji pemain El Barca menembus angka 507 juta euro (Rp 8,6 triliun) per tahun, atau 61 % dari total anggaran pada musim 2019-2020.

Lionel Messi jadi pemain Barcelona dengan bayaran tertinggi, yaitu 70,7 juta euro per tahun (Rp 1 triliun). Posisi kedua dihuni Antoine Griezmann yang beroleh gaji 45,8 juta euro (Rp 783 miliar) per tahun.

Andai pemangkasan gaji itu terwujud, Barca akan beroleh pemasukan untuk menyeimbangkan neraca keuangan. Namun, belum diketahui secara pasti apakah pemain Barcelona sepakat dengan kebijakan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *