Arsenal Harus Kurangi Kesalahan Konyol, Demi Finis di Zona Liga Champions

Arsenal Harus Kurangi Kesalahan Konyol, Demi Finis di Zona Liga Champions Winger Arsenal, Nicolas Pepe, bertekad mempunyai timnya finis di zona Liga Champions. Namun, demi mewujudkan ambisi tersebut, Pepe menghendaki The Gunners kurangi kekeliruan konyol.

Tim Meriam London tampil inkonsisten di Premier League musim ini. Dari 13 laga awal di liga, Arsenal menelan tiga kekalahan, enam hasil imbang, dan cuma capai empat kemenangan.

Hasil minor berikut membuat Arsenal terdampar Taruhan Bola di peringkat delapan klasemen Premier League. Bukan cuma itu, Unai Emery kudu rela kehilangan jabatannya sebagai manajer The Gunners terhadap 29 November 2019.

Freddie Ljungberg kemudian dipercaya sebagai manajer interim Arsenal. Namun, Ljungberg termasuk tak sanggup mendongkrak performa Tim Gudang Peluru.

Dari lima laga Premier League di bawah asuhan Ljungberg, Arsenal cuma menuai satu kemenangan, dua hasil imbang, dan menelan dua kekalahan. The Gunners pun tambah merosot ke peringkat 12 klasemen.

Sejak 20 Desember 2019, posisi manajer Arsenal pun beralih, berasal dari Freddie Ljungberg ke Mikel Arteta. Akan tetapi, Arteta masih kesulitan melakukan perbaikan performa The Gunners.

Dari tiga laga di Premier League, Mikel Arteta mempunyai Arsenal merengkuh satu kemenangan, satu hasil imbang, dan menelan kekalahan. Hasil berikut membuat Tim Meriam London berada di urutan 10 klasemen pas liga dengan nilai 28.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *